Langsung ke konten utama

Berulang

 Hari lahir berulang lagi 

Deretan angka itu bertambah satu 

Menghirup batang kretekku yang tinggal separuh

Berlembar bukumu menyisir paling dan rambut ikat yang bercumbu dengan angin di Selasar warung kopi itu 

Nian beranggun bersama kepalan asap, bercinta meramu waktu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan Habibi

Oleh: Iram Kuswanto (Penulis Kolakaling) Dengan karyanya, ia terbang tinggi sekali Mata tidak bisa menjangkau lagi Walau, Jasadnya diambil Penyayang Akan tetapi, Jasadnya tetap dikenang Inilah ia mimpikan, menghampiri cinta sejati Bertemu kembali dengan kekasih Bersemayam didekat cinta tak terbagi Dibawah pangkuan sang Pengasih

Nangislah

 Pejabat ketawa  Melihat rakyat menangis Hari berganti hilang diminta tanah  Pejabat riang, rakyat bersedih  Tetes air mata mengalir membasah  Pejabat haru, tontonan sinetron ikatan cinta Mahasiswa hilang, pejabat senang  Mahasiswa protes, mereka sibuk disana  Akan terlihat sibuk lah.... Penting. Hahha