Oleh : Iram Kuswanto (Penulis Kolakaling)
Dalam sejarah pergerakan perempuan di Indonesia terdapat berbagai peristiwa dan perjuangan yang dilupakan bahkan dilarang untuk dikonsumsi oleh generasi. Mungkin kita semua pernah dengar Gerakan Wanita Indonesia atau Gerwani. Gerakan ini memiliki kisah kelam, yaitu dituduh terlibat dalam suatu gerakan, pengusiran dan pembasmian pasca tragedi Gerakan 1 Oktober pada tahun 1965 oleh rezim Orde Baru.
Bagaimana sejarah pergerakan Gerwani?
Gerwani merupakan organisasi perempuan yang sangat populer pada masanya. Namun, sebelum lahirnya Gerwani, banyak sekali organisasi perempuan yang menjadi cikal bakal menetasnya Gerwani. Diantaranya Gerakan Wanita Istri Sedar (Gerwis). Organisasi Gerwis didirikan pada tahun 1950 oleh enam organisasi perempuan yaitu Rukun Putri Indonesia, Persatuan Wanita Sedar, Istri-istri Sedar, Gerwi di, Wanita Madura dan Perjuangan Putri Republik Indonesia.
Dibalik berdirinya Gerwis terdapat tokoh-tokoh perempuan yang terlibat dalam perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme. Organisasi Gerwis sangat berpengaruh dan dihormati karena gerakan dan perjuangannya. Sejak berdirinya organisasi ini aktif mendorong perubahan UU perkawinan yang dianggap tidak adil terhadap perempuan. Gerwis bergerilya mensosialisasikan dengan bentuk penyadaran tentang hak-hak perempuan dalam perkawinan.
Seiring berjalannya waktu Gerwis berubah menjadi Gerwani.
Mengapa Gerwis beralih menjadi Gerwani?
Banyak versi yang beranggapan mengenai peralihan ini. Salah satu versi yang cukup mampu menjelaskan tentang ini yaitu Gerwis dianggap elitis dan hanya berurusan dengan perempuan-perempuan yang sudah sedar atau memahami politik. Sementara, sebagian besar perempuan Indonesia masih berpendidikan rendah. dengan beralihnya Gerwis menjadi Gerwani nantinya berusaha menjangkau lebih banyak perempuan yang belum sedar.
Versi yang kedua Gerwis didesak untuk menjadi massa PKI. Pada tahun 1954, PKI ingin memanfaatkan Gerwis menjadi alat politik untuk menggalang suara di pemilu tahun 1955.
Ideologi Gerwis adalah Nasionalis Kerakyatan.
Akhir tahun 1954 setelah kongres Gerwis yang pertama di Semarang maka diputuskan menjadi Gerwani. Dengan semangat revolusioner Gerwani berjuang untuk hak-hak perempuan di wilayah politik yaitu mereformasi UU perkawinan yang mensahkan poligami.
Berjalannya waktu Gerwani semakin berkembang dan semakin banyak massanya. Dan membuat PKI merekrut sebagai Gerakan dibawah naungan PKI. PKI juga memanfaatkan Gerwani untuk menggalang suara pada pemilu tahun 1955. Berkat Gerwani PKI mendulang banyak suara perempuan dan berhasil menduduki peringkat keempat pada pemilu. Gerwani juga mendapat keuntungan besar dengan menggandeng PKI. Gerwani berhasil menduduki enam kursi di badan Legislatif.
Lama kelamaan nasib Gerwani tidak sesubur sebelumnya. Setelah peristiwa pembunuhan 6 Jenderal yang terjadi pada 30 September 1965. Gerwani yang banyak berkontribusi dalam memperjuangkan kesejahteraan perempuan harus kena percikan karena PKI dituduh sebagai dalang G30S PKI. Gerwani pun ikut tertuduh terlibat dalam peristiwa berdarah.
Para pimpinan Gerwani menjadi incaran militer yang harus ditangkap, disiksa hingga dibunuh.
Lantas Kenapa Gerwani terlibat peristiwa tersebut?
Pada tanggal 5 Oktober 1965 media militer dan berbagai organisasi keagamaan mengisukan dugaan kekerasan seksual yang dialami oleh petinggi militer di Lubang Buaya. Anggota Gerwani yang berada di lokasi saat terjadi pembunuhan dijadikan tersangka. Pada tanggal 11 Oktober pihak militer mengempanyekan anti Gerwani lewat media cetak. Dampak dari itu, sejumlah organisasi perempuan menjadi ketakutan. Penangkapan dan pembasmian para anggota Gerwani terus berlangsung hingga akhir tahun 1965. Sebagian besar mereka yang ditangkap di ibukota langsung dipenjarakan tanpa melalui peradilan. Namun banyak dari mereka berhasil lolos sebelum ditangkap.
Isu-isu penangkapan anggota Gerwani beralih. Mereka tidak dikaitkan lagi dengan peristiwa Lubang Buaya. Melainkan mereka dituduh loyalitas pemulihan terhadap pemerintahan Soekarno.
Pada tahun 1967 ribuan anggota Gerwani ditangkap di sudut-sudut wilayah ibu Pertiwi. Oleh rezim orde baru, Gerwani diklasifikasikan sebagai tahanan politik tingkat B. Sama halnya dengan anggota Lekra, IPPI dan CGMI.
Jumlah anggota Gerwani mencapai sekitar 34 ribu orang. Dengan keadaan seperti ini tangisan-tangisan perempuan tidak ada pemulihan dari pemerintah. Kerap kali mereka disiksa, dicabuli bahkan dibunuh sehingga kestabilan mental jatuh.
Coretan hitam dari berbagai tuduhan yang dilakukan oleh pemerintahan terhadap organisasi Gerwani tanpa peradilan adalah kisah gelap yang tidak boleh terulang lagi dalam praktek politik kenegaraan. Karena negara yang bermoral, bermartabat dan berpendidikan tidak seharusnya menyiksa, membuang atau membunuh warganya dengan tuduhan yang tidak pasti.
Komentar
Posting Komentar