Langsung ke konten utama

Ramadhan dan Gerakan MLB di kubu PKB, Benarkah?

Oleh : Iram Kuswanto (Penulis Kolakaling)

   Ramadhan identik dengan Silaturahim, kebersamaan dan kegembiraan. Hal semacam ini perlu kita tingkatkan dan terus dilaksanakan kedepannya terkait pandemic virus terus melanda Indonesia. Dalam bulan Ramadhan banyak sekali keistimewaan yang dapat kita peroleh. Sebagian kecil politikus di Indonesia bukannya meningkatkan ketakwaan mereka terhadap praktik spritual keagamaan. Akan tetapi, mereka memanfaatkan kesempatan untuk mencari kesalahan dimana para politikus lain sedang merenungkan dosa apa yang mereka perbuat.
Dengan bulan Ramadhan ini mereka berharap dosa-dosanya dihilangkan. Melakukan kebiasaan setiap orang di bulan Ramadhan pada umumnya. Seperti, Melaksanakan silat taraweh, menghadiri pengajian, menyedekahkan makanan kepada orang yang berbuka puasa, dan mengeluarkan zakat fitrah.

   Sulit untuk saat ini hal seperti itu dilaksanakan seluruhnya oleh Politikus. Beberapa politikus Partai Kebangkitan Bangsa atau disingkat PKB telah mencium ada isu kudeta di kubu PKB. Dengan adanya, pernyataan ketua DPC PKB " bahwa 22 daerah siap melaksanakan Muktamar Luar Biasa (MLB)".

   Benarkah adanya isu sampai Gerakan?
Kemunculan isu ingin menuntut kekuasaan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sudah diketahui oleh kepengurusan sekarang. 
Kang Zimy yang merupakan mantan DPC Karawang, Jawa Barat blak-blakkan mengakui telah ada komunikasi sebelumnya dengan para petinggi DPP terkait MLB.

   Para pengusul MLB ini beranggapan bahwa PKB ditangan Cak Imin telah menodai kesepakatan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) pada hasil Muktamar di Bali 2019 yang lalu.
Terkait alasan tersebut gerakan MLB dilaksanakan. Menurut kang Zimy, adanya praktik politik di kubu kepengurusan sekarang telah meninggalkan nilai-nilai yang disemayamkan oleh Abdurrahman Wahid atau yang sering kita sapa Gusdur.

   Kekecewaan dengan kepengurusan ini membuat 22 daerah mau melaksanakan MLB. Kang Zimy juga menambahkan dengan adanya kasus Musyawarah Cabang (Muscab) daerah tidak sesuai AD/ART. Justru beliau berasumsi bahwa sebagian Muscab hasilnya sepihak. Hingga, dalam peralihan ketua cabang tidak sama sekali peninjauan dari bawah.
Satu suara dengan Kang Zimy, mantan ketua DPC Tasikmalaya, Harris Sanjaya. Menyebut, adanya penetapan atau penunjukan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tidak sesuai AD/ART.

   Harapan yang sama dengan kang Zimy, Harris berharap nilai-nilai luhur PKB yang sesuai dipraktekkan oleh Gusdur dapat diselamatkan. Ia memicu dengan adanya MLB ini tidak lain untuk menyelamatkan Marwah dan perjuangan pendiri PKB.
Akankah MLB dilaksanakan? Harris menegaskan, bahwa MLB harus tetap dilaksanakan. Kendati demikian, mengembalikan visi misi perjuangan partai. Dilaksanakan MLB ini juga dalam rangka mengevaluasi terkait kebijakan yang menodai AD/ART partai.

   Dilihat dari arah pergerakan yang dilakukan oleh pengusung MLB sejumlah petinggi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB sampai ketua umum Cak Imin. Belum mengeluarkan respon terkait isu gerakan ini.
Di bulan yang penuh berkah ini, mari sejenak kita menbersamai keterampilan untuk meningkatkan tali persaudaraan, relasi kita dengan Tuhan dan meninggalkan sejenak perpolitikan yang memecah belah dan sebagainya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Harapan Habibi

Oleh: Iram Kuswanto (Penulis Kolakaling) Dengan karyanya, ia terbang tinggi sekali Mata tidak bisa menjangkau lagi Walau, Jasadnya diambil Penyayang Akan tetapi, Jasadnya tetap dikenang Inilah ia mimpikan, menghampiri cinta sejati Bertemu kembali dengan kekasih Bersemayam didekat cinta tak terbagi Dibawah pangkuan sang Pengasih

Nangislah

 Pejabat ketawa  Melihat rakyat menangis Hari berganti hilang diminta tanah  Pejabat riang, rakyat bersedih  Tetes air mata mengalir membasah  Pejabat haru, tontonan sinetron ikatan cinta Mahasiswa hilang, pejabat senang  Mahasiswa protes, mereka sibuk disana  Akan terlihat sibuk lah.... Penting. Hahha